Abstract
Moral dan etos kerja mempunyai peranan penting dalam suatu organisasi baik pemerintah maupun swasta. Produktivitas dapat dipengaruhi secara tidak langsung oleh kondisi moral dan etos kerja. Banyak akibat-akibat yang tidak menguntungkan organisasi disebabkan oleh moral dan etos kerja yang rendah. Akibat-akibat itu dapat terjelma dalam berbagai bentuk tindakan dan perbuatan yang merugikan seperti pemogokan, pelambatan, kelalaian kerja, ketidakhadiran pada jam-jam kerja dan tingkat absensi yang inggi. Bahkan ada pula yang muncul dalam bentuk keluhan-keluhan dan persoalan-persoalan ketidakpuasaan.Sekalin moral dan etos kerja yang tinggi dikatakan belum menjamin sepenuhnya bahwa produktivitaspun akan tinggi pula, namun terang bagi kita bahwa moral dan etos kerja yang tinggi bagi suatu organisasi tentu akan menjadi pertanda yang menggembirakan. Dengan moral dan etos kerja yang tinggi relatif akan lebih mudah menggerakan orangorangnya.Kata kunci : otonomi daerah, Morai, PNS, etika kerja
Cite
CITATION STYLE
Ngadiran, N. (2015). Pelaksanaan Otonomi Daerah, Moralitas Pegawai Negeri Sipil dan Etos Kerja. EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI, 5(1). https://doi.org/10.21831/efisiensi.v5i1.3823
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.