Abstract
Sistem Online Single Submission (OSS) dirancang untuk mempermudah proses perizinan usaha bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, penerapan OSS di tingkat daerah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal aksesibilitas dan tingkat adopsi oleh UMKM lokal. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh aksesibilitas OSS terhadap legalitas izin usaha serta dampaknya terhadap daya saing UMKM di Sunday Market SABOAK Kota Kupang. Kerangka teori Kapital Sosial Bourdieu digunakan untuk menjelaskan peran dukungan eksternal dalam memfasilitasi adopsi OSS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima responden UMKM yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 2 November 2025 selama kurang lebih tiga jam dan observasi partisipatif di lokasi pasar, serta dokumentasi wawancara. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik berbasis teori dan validitas data dijaga melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas OSS dipengaruhi oleh tingkat literasi digital, ketersediaan infrastruktur internet, dan kualitas dukungan pendampingan dari panitia SABOAK. Meskipun legalitas melalui OSS dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperluas jangkauan pasar, faktor-faktor tradisional seperti kualitas produk, harga yang kompetitif, dan layanan pelanggan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing UMKM. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program pendampingan menggunakan bahasa lokal, penyediaan infrastruktur digital publik, serta integrasi status OSS dalam strategi pemasaran SABOAK untuk memaksimalkan efektivitas sistem perizinan digital dalam mendukung daya saing UMKM lokal.Sistem Online Single Submission (OSS) dirancang untuk memudahkan perizinan UMKM, tetapi adopsinya di pasar informal masih terhambat. Penelitian ini menganalisis bagaimana aksesibilitas OSS, kapital sosial, dan legalitas usaha berdampak pada daya saing UMKM informal. Mengidentifikasi research gap studi tentang OSS di pasar informal daerah tertinggal masih sangat langka, demikian pula penelitian yang mengintegrasikan aksesibilitas, legalitas, dan daya saing dalam satu kerangka analitik berbasis teori sosial. Menggunakan Teori Kapital Sosial Bourdieu sebagai lensa analitis, penelitian kualitatif deskriptif melibatkan lima UMKM di Sunday Market SABOAK Kota Kupang melalui wawancara mendalam (18 jam), observasi partisipatif, dan dokumentasi, dianalisis dengan prosedur tematik Braun & Clarke terintegrasi teori. Hasil menunjukkan aksesibilitas OSS ditentukan oleh kombinasi literasi digital, infrastruktur internet, dan krusial dukungan pendampingan lokal; kapital sosial (panitia SABOAK) berfungsi sebagai mediator yang menurunkan hambatan adopsi legalitas meningkatkan kredibilitas tetapi daya saing tetap bergantung pada faktor tradisional (kualitas produk, harga, pelayanan). Teoritis, penelitian ini menunjukkan kapital sosial lebih determinan daripada asumsi teknodeterminisme dalam menjelaskan adopsi teknologi digital di pasar informal. Praktis, merekomendasikan penguatan pendampingan lokal berbahasa, penyediaan infrastruktur digital publik, dan integrasi status legalitas dalam strategi pemasaran komunitas.
Cite
CITATION STYLE
Fuah, R. G., Doren, G. M. B., Neken, L. V. C., Tumur, A., Jehamat, L., Nahak, I., & Khairunnisa. (2026). Analisis Efektivitas OSS terhadap Aksesibilitas, Legalitas, dan Daya Saing UMKM di SABOAK Kota Kupang. Journal of Entrepreneurship and Strategic Management, 4(02), 91–119. https://doi.org/10.52434/jesm.v4i02.631
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.