Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan pengembangan Kampung Sasak Ende sebagai daya tarik wisata budaya di Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi Kampung Sasak Ende sebagai daya tarik wisata budaya meliputi rumah adat (bale tani, bale bonter, bale lumbung dan bale jajar), atraksi budaya/seni (gendang beleq, peresean, alat musik genggong), tradisi dan tenun. kerajinan tangan. Pengembangan Desa Sasak Ende sebagai daya tarik wisata budaya dilakukan dalam satu organisasi yaitu Pokdarwis Sasak Ende. Pengembangan desa Sasak Ende merupakan pengembangan berbasis wisata budaya dan dikelola oleh masyarakat setempat. Namun sejak tahun 2004 atau sejak mendapat perhatian dari pemerintah setempat, Kampung Sasak Ende terus berbenah dengan melengkapi fasilitas pendukung tempat wisata seperti toilet, musala, sanggar seni hingga art shop, dan lain-lain. Selain itu juga terdapat kegiatan pendampingan digitalisasi objek wisata Ende berupa pembuatan leaflet informasi Desa Wisata Sasak Ende, promosi digital melalui media sosial seperti Instagram, Tiktok dan YouTube, pembuatan papan banner, pembuatan papan Sapta Pesona, dan memperbanyak tempat sampah, dan mengajar. Bahasa Inggris untuk anak di desa wisata Sasak Ende.
Cite
CITATION STYLE
Fahmi, A., Suyasa, I. M., & Agusman, A. (2023). ANALISIS POTENSI DAN PENGEMBANGAN KAMPUNG SASAK ENDE SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI DESA SENGKOL KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH. Journal Of Responsible Tourism, 3(2), 813–824. https://doi.org/10.47492/jrt.v3i2.2860
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.