Abstract
Tujuan Penelitian ialah guna mengetahui bagaimana gaya pengajaran TGfU mempengaruhi kemampuan siswa kelas IV saat melakukan gerakan berguling tubuh ke depan di Sekolah Dasar Negeri Marabahan 2. Kurangnya antusiasme serta kecemasan siswa dalam belajar gerakan menggulingkan tubuh ke depan menyebabkan kinerja yang buruk di kelas. Studi memanfaatkan desain pretest-posttest beserta satu kelompok , serta pra-eksperimental. Jumlah peserta studi 48 siswa, beserta 23 siswa dipilih secara tidak acak melalui purposive sampling. instrument digunakan adalah tes keterampilan berguling ke depan, sedangkan kajian data dilakukan memanfaatkan SPSS 25. Skor rata-rata meningkat dari 2,078 pada pretest jadi 3,291 pada posttest, menggambarkan peningkatan yang signifikan. Perbedaan yang signifikan antara data pra-tes serta pasca-tes digambarkan t-tes sampel berpasangan, menghasilkan skor signifikansi 0,000 (p < 0,05). Paradigma pembelajaran TGfU terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar berguling ke depan siswa dengan menawarkan pembelajaran kontekstual, pendekatan holistik, serta meningkatkan motivasi siswa melalui aktivitas yang menarik. Hal ini digambarkan peningkatan senilai 58,4%.Tujuan Penelitian ialah guna mengetahui bagaimana gaya pengajaran TGfU mempengaruhi kemampuan siswa kelas IV saat melakukan gerakan berguling tubuh ke depan di Sekolah Dasar Negeri Marabahan 2. Kurangnya antusiasme serta kecemasan siswa dalam belajar gerakan menggulingkan tubuh ke depan menyebabkan kinerja yang buruk di kelas. Studi memanfaatkan desain pretest-posttest beserta satu kelompok , serta model pra-eksperimental. Jumlah peserta studi 48 siswa, beserta 23 siswa dipilih secara tidak acak melalui purposive sampling. instrument digunakan adalah tes keterampilan berguling ke depan, sedangkan kajian data dilakukan memanfaatkan SPSS 25. Skor rata-rata meningkat dari 2,078 pada pretest jadi 3,291 pada posttest, menggambarkan peningkatan yang signifikan. Perbedaan yang signifikan antara data pra-tes serta pasca-tes digambarkan t-tes sampel berpasangan, menghasilkan skor signifikansi 0,000 (p < 0,05). Paradigma pembelajaran TGfU terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar berguling ke depan siswa dengan menawarkan pembelajaran kontekstual, pendekatan holistik, serta meningkatkan motivasi siswa melalui aktivitas yang menarik. Hal ini digambarkan peningkatan senilai 58,4%.
Cite
CITATION STYLE
Sri Puji Lestari, Rahmadi, & Recky Ahmad Haffyandi. (2025). MODEL PEMBELAJARAN TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING PADA GERAK DASAR BERGULING. Jurnal Pedagogik Olahraga, 11(1), 168–175. https://doi.org/10.24114/jpor.v11i1.66469
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.