HAKIKAT DAN MAJAZ DALAM AL-QURAN

  • Andre Bahrudin
  • Nyimas Anisah
  • Dwi Noviani
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
261Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Alquran diturunkan kepada umat Islam sebagai pedoman hidup dengan menggunakan bahasa Arab. Untuk memahami isinya, seseorang harus menguasai bahasa Arab dengan baik karena di dalam Alquran terdapat beberapa gaya bahasa dalam menyampaikan isinya, di antaranya adalah hakikat dan majaz. Hakikat adalah pokok. Sedangkan majaz adalah cabang. Hakikat adalah lafaz yang digunakan sesuai dengan makna aslinya. Sedangkan majaz adalah lafaz yang digunakan bukan pada makna aslinnya karena ada hubungan (alaqah) tertentu serta adanya indikator (qariinah) yang mengalihkan dari makna aslinya. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber data tulisan ini diambil dari kitab, buku, jurnal dan sumber lainnya yang berkaitan dengan pembahasan. Tulisan ini akan memaparkan apa yang dimaksud dengan hakikat dan majaz dalam Alquran, cara menentukan lafaz hakikat atau majaz, ketentuan yang berkaitan dengan hakikat dan majaz, penyebab tidak berlakunya hakikat dan majaz serta pendapat ulama terkait keberadaan keduanya. Tidak lain supaya kita tidak salah dalam memahami isi Alquran.

Cite

CITATION STYLE

APA

Andre Bahrudin, Nyimas Anisah, Dwi Noviani, & Sukriadi. (2022). HAKIKAT DAN MAJAZ DALAM AL-QURAN. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 137–150. https://doi.org/10.53649/symfonia.v2i2.23

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free