Abstract
Kajian penulisan ini mengenai berpikir kritis dalam tradisi kesisteman pendidikan Islam di Indonesia. Ketertarikan penulis untuk mengkaji tema ini yaitu faktor apa yang dapat mempengaruhi berpikir kritis dalam tradisi kesisteman pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam memiliki tujuan mulia yaitu mewujudkan manusia yang senantiasa berpedoman pada kaidah islam, namun hal tersebut wajib didampingi secara sistematis dengan upaya berpikir kritis terhadap pelaksanaan pendidikan Islam agar semua yang dilakukan tetap dalam koridor agama islam dan tidak hanya menjadi ritual keagamaan. Secara tidak langsung pendidikan islam harus direncanakan sedemikian rupa agar pendidikan memiliki sebuah pola interdisipliner yang seimbang sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang berkesadaran religius dan mengutamakan rasa hormat pada tradisi dan budaya yang disertai sikap ilmiah. Oleh karena itu pendidikan islam diharapkan dapat berperan secara integrative dalam konteks sosio-kultural di masa yang senantiasa menunjukkan perkembangan, selaras dengan sofistifikasi budaya dan peradaban umat manusia dalam situasi tersebut, pendidikan islam di Indonesia perlu ditempatkan sebagai open system yang sanggup melakukan dialog kultural dengan perkembangan. Tulisan ini menganalisa faktor yang mempengaruhi berpikir kritis dalam tradisi kesisteman pendidikan Islam di Indonesia. Dari kajian ini diharapkan memperkuat pendapat akan pentingnya pendekatan sistem dalam manajemen penyelenggaraan pedidikan Islam.
Cite
CITATION STYLE
Wesnedi, C., & Imron Rosadi, K. (2022). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERPIKIR KRITIS DALAM TRADISI KESISTEMAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 2(2), 163–182. https://doi.org/10.38035/jihhp.v2i2.934
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.