Kontroversi peran studi elektrofisiologi pada sindrom brugada

  • Yuniadi Y
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sindrom Brugada adalah suatu abnormalitas sistem listrik jantung yang merupakan predisposisi terjadinya takikardia ventrikel dan hilang kesadaran. Takikardia ventrikel dapat berhenti spontan dan pasien pulih dari sinkop lalu berobat dengan keluhan sinkop, atau takikardia berdegenerasi menjadi fibrilasi ventrikel (FV)dan menyebabkan kematian jantung mendadak. Oleh karena itu sangat penting mengenal gambaran EKG sindrom Brugada lalu melakukan stratifikasi risiko yang cermat.Salah satu yang menjadi perdebatan hangat adalah stratifikasi risiko sindrom Brugada melalui tindakan studi elektrofisiologi (SEF). Nilai prediktif induksi aritmia ventrikel saat SEF masih kontroversial. Studi yang melibatkan 408 pasien sindrom Brugada tanpa riwayat henti jantung menunjukkan bahwa pasien dengan indusibilitas FV memiliki risiko kematian jantung mendadak karena FV enam kali lipat dalam pengamatan 2 tahun.1 Akan tetapi studi multisenter dari Eropa,2, 3 Jepang4, 5 dan beberapa metaanalisis6, 7 tidak menunjukkan hasil yang positif sehingga indikasi SEF untuk stratifikasi risiko sindrom Brugada hanya IIb pada tahun 2013 (Gambar 1). Metaanalisis8 yang lain memperlihatkan hasil yang positif yaitu ketika presentasi klinis pasien sindrome Brugada dipisahkan antara sinkop dan asimtomatik dalam analisanya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuniadi, Y. (2016). Kontroversi peran studi elektrofisiologi pada sindrom brugada. Indonesian Journal of Cardiology, 183–5. https://doi.org/10.30701/ijc.v36i4.500

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free