Abstract
Kualitas air sebagai bahan baku dalam proses produksi memiliki peran penting. Pengendalian kualitas air merupakan kunci dalam mempertahankan hasil produksi. Hal inilah yang mendasari tujuan penelitian ini untuk melakukan upaya perbaikan dalam aktivitas produksinya dengan menekan angka produk cacat dalam proses produksinya. Pengendalian kualitas air produksi dilakukan dengan menentukan beberapa parameter yaitu pH, kekeruhan, dan besi. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan konsep DMAIC. Dengan menggunakan diagram Pareto diketahui bahwa air cenderung asam, keruh, dan memiliki kandungan besi berlebih. Selanjutnya, diagram fishbone digunakan guna mengetahui persentase cacat terbesar. Perbaikan dilakukan dengan FMEA pada nilai RPN tertinggi yaitu pada filter. Sebagai tambahan, nilai level sigma sebelum perbaikan adalah 3.3 dengan kemungkinan cacat sebesar 34491 untuk sejuta proses. Kemudian, setelah perbaikan nilai sigma menjadi 4.09 dengan kemungkinan kegagalan proses sebesar 5526.
Cite
CITATION STYLE
Rimantho, D., & Mariani, D. M. (2017). Penerapan Metode Six Sigma Pada Pengendalian Kualitas Air Baku Pada Produksi Makanan. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 16(1), 1. https://doi.org/10.23917/jiti.v16i1.2283
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.