Abstract
Pelibatan perempuan dalam nafkah rumahtangga memberikan kontribusi besar bagi keberlangsungan rumahtangga. Di sisi lain, perempuan dalam melakukan aktivitas nafkah perannya dianggap hanya menjadi pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran perempuan dalam nafkah rumahtangga. Pendekatan yang digunakan merupakan kualitatif deskriptif. Lokasi berada di Kabupaten Wonogiri yang merupakan daerah pertanian lahan kering. Metode pengambilan sampel secara sengaja dengan mempertimbangkan kriteria. Pengambilan data melalui wawancara, pengamatan, dan penelusuran dokumen. Metode analisis data dengan menggunakan analisis dekriptif dari hasil data wawancara dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam rumahtangga tani mengandalkan modal alam dan manusia, sedangkan pada rumahtangga non pertanian memaksimalkan modal fisik dan finansial untuk melakukan strategi nafkah. Peran perempuan dalam nafkah rumahtangga sebagai sumber utama struktur nafkah, peran dalam pola nafkah ganda, tenaga kerja usaha rumahtangga, penghasil remitan, dan peran dalam resiliensi nafkah. Perempuan dalam rumahtangga non pertanian memerankan semua peran, namun perempuan dalam rumahtangga tani hanya sebagai pendukung sumber nafkah utama. Hal ini dikarenakan perempuan dalam usaha tani mayoritas menghasilkan pendapatan in kind sehingga dirasa tidak berkontribusi besar terhadap struktur nafkah rumahtangga.
Cite
CITATION STYLE
Saraswati, Y. (2023). Perempuan dalam Nafkah Rumahtangga (Kajian di Wilayah Pertanian Lahan Kering Kabupaten Wonogiri). Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension, 4(1), 113–124. https://doi.org/10.35706/agrimanex.v4i1.9870
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.