SIMBOL EKSISTENSI IDENTITAS ETNIK MELAYU RIAU DI PEKANBARU

  • Alfarabi A
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif dan tujuan dari penggunaan simbol identitas etnik Melayu di Pekanbaru. Hasil penelitian lapangan dianalisis menggunakan teori tindakan sosial, sementara metode penelitian sendiri menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipan.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Miles and Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan simbol selembayung, busana Melayu dan pembentukan laskar merupakan pesan yang dikomunikasikan tentang tuan rumah dan penguasa di Pekanbaru. Simbol dijadikan medium untuk mempertegas status yang berhubungan dengan kekuasaan dan kepemilikan sumber daya alam. Dapat disimpulkan bahwa simbol identitas Melayu di Pekanbaru pascareformasi merupakan tindakan yang dilakukan Orang Melayu kepada lawan interaksinya dalam rangka menunjukan eksistensi. Tindakan ini dilator belakangi motif etnik Melayu Riau untuk mengubah relasi antaretnik yang selama ini merugikan Orang Melayu sekaligus bertujuan untuk memegang posisi-posisi strategis yang ada di Pekanbaru Riau agar dapat meningkatkan daya tawar etnik Melayu itu sendiri

Cite

CITATION STYLE

APA

Alfarabi, A. (2019). SIMBOL EKSISTENSI IDENTITAS ETNIK MELAYU RIAU DI PEKANBARU. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 3(1), 67–77. https://doi.org/10.33369/jkaganga.3.1.67-77

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free