Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sintesis dan karakterisasi garam kompleks tetra amina tembaga(II) sulfat monohidrat ([Cu(NH₃)₄]SO₄·H₂O) dengan garam rangkap kupri amonium sulfat heksahidrat ([Cu(NH₄)₂(SO₄)₂·6H₂O]). Metode sintesis melibatkan kristalisasi dari larutan tembaga(II) sulfat pentahidrat (CuSO₄·5H₂O) dengan amonia berlebih untuk garam kompleks, dan pencampuran stoikiometris dengan amonium sulfat ((NH₄)₂SO₄) untuk garam rangkap. Hasil sintesis menunjukkan bahwa garam kompleks berwarna biru tua karena transisi elektronik d-d pada ion [Cu(NH₃)₄]²⁺ dengan geometri bidang persegi, sedangkan garam ganda berwarna biru muda karena lingkungan oktahedral [Cu(H₂O)₆]²⁺. Uji kelarutan dan stabilitas terhadap air suling dan NH₃ pekat mengungkapkan bahwa garam kompleks lebih rentan terhadap perubahan pH, menghasilkan endapan coklat tua (Cu⁰) saat dipanaskan, sedangkan garam ganda tetap stabil dengan warna biru muda yang persisten. Hasil sintesis garam ganda mencapai 91,765%, lebih tinggi daripada garam kompleks (75,804%), karena stabilitas termodinamika dan ketahanan terhadap disosiasi. Studi ini menyoroti perbedaan mendasar dalam sifat fisikokimia kedua senyawa, yang relevan untuk aplikasi bahan berbasis tembaga dalam industri dan kimia koordinasi.
Cite
CITATION STYLE
Hermayantiningsih, D., Hakim, Muh. S., Manurung, T. W., Fiqih, I. M., & Zahra, L. (2025). PREPARASI DAN IDENTIFIKASI GARAM TEMBAGA(II): SINTESIS [Cu(NH₃)₄]SO₄·H₂O SEBAGAI GARAM KOMPLEKS DAN [CuNH₄)₂(SO₄)₂·6H₂O SEBAGAI GARAM RANGKAP. CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science, 9(1), 59–64. https://doi.org/10.30743/cheds.v9i1.11335
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.