PENGARUH RENDAMAN BERULANG PADA CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN ASPAL MODIFIKASI SERPIHAN KARET BAN DENGAN VARIASI BAHAN PENGISI ABU BATU DAN ABU TERBANG

  • Telaumbanua A
  • Simanjuntak R
  • Setiyadi
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perbaikan mutu perkerasan jalan lentur membutuhkan inovasi dalam hal penggunaan agregat dan aspal agar keawetan perkerasan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aspal modifikasi dengan campuran serpihan karet ban dan penggunaan bahan pengisi (filler) abu terbang (fly ash) sebagai pengganti bahan pengisi abu batu terhadap nilai uji Marshall pada campuran beton aspal. Selain itu, uji  terhadap sampel juga dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh penurunan stabilitas akan terjadi akibat perendaman yang dilakukan berulang sebanyak tiga kali. Untuk hasil uji tanpa perendaman pada sampel didapatkan nilai stabilitas dan Marshall kuosien tertinggi pada kadar filler abu terbang 100 % dengan nilai 1306,45 kg  dan 390 kg/mm. Hasil uji  dengan perendaman didapatkan pengurangan nilai stabilitas yang paling kecil  pada kadar filler abu terbang 100 % yaitu sebesar 10,73 % sedangkan bila hanya menggunakan filler abu batu pengurangannya mencapai 15 %. Nilai kuosien Marshall  hasil    perendaman juga mengalami penurunan terkecil pada kadar filler abu terbang 100 % yaitu  sebesar 11,97 %  dibandingkan  dengan  campuran menggunakan  filler abu batu dengan tingkat penurunan sebesar 22,95 %.

Cite

CITATION STYLE

APA

Telaumbanua, A., Simanjuntak, R. M., & Setiyadi. (2022). PENGARUH RENDAMAN BERULANG PADA CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN ASPAL MODIFIKASI SERPIHAN KARET BAN DENGAN VARIASI BAHAN PENGISI ABU BATU DAN ABU TERBANG. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil Dan Lingkungan - CENTECH, 3(1), 57–67. https://doi.org/10.33541/cen.v3i1.3995

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free