Abstract
Salah satu tanaman asli Indonesia yang berkhasiat sebagai obat adalah dewandaru (Eugenia uniflora Linn.). Dewandaru menunjukkan aktifitas sitotoksik terhadap sel kanker sehingga berpotensi untuk dijadikan sediaan obat. Senyawa potensial dari daun dewandaru yaitu Curzerene . Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi interaksi antara senyawa daun dewandaru dengan reseptor PI3K pada kanker prostat. Studi ini menggunakan metode komputasi yang dikenal sebagai molecular docking. Energi ikatan, visualisasi ikatan, serta jenis ikatan antara senyawa dan reseptor diamati. Reseptor PI3K telah memenuhi syarat uji validasi metode. Hasil penelitian menunjukan senyawa pada tanaman dewandaru dapat menghambat satu protein target dari kanker prostat yang dinyatakan dengan nilai ∆Gbinding terendah yaitu senyawa Curzerene (-7,65 kkal/mol) pada protein PI3K. Interaksi antara senyawa Curzerene memiliki nilai binding energy lebih rendah jika dibandingkan ligan asli pada reseptor PI3K. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa senyawa Curzerene pada tanaman dewandaru yang digunakan dalam penelitian memiliki interaksi yang baik dengan reseptor PI3K pada kanker prostat. Senyawa ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker. Perlu dilakukan pengujian in vivo serta modifikasi pada struktur senyawa sehingga dapat digunakan sebagai terapi antikanker pada kanker prostat secara efektif. Kata Kunci: Kanker prostat, Curzerene, Daun dewandaru, In silico
Cite
CITATION STYLE
Andriese, N. P. S. A. S. A., Santoso, P., Ari Candra, A., & Surya Rahadi, I. W. (2023). Studi Bioinformatika Kandungan Curzerene Pada Daun Dewandaru (Eugenia uniflora Linn.) Sebagai Antikanker Prostate Melalui Pensinyalan PI3K. Usadha, 2(2), 31–38. https://doi.org/10.36733/usadha.v2i2.6733
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.