Abstract
Scaffolding merupakan perancah atau steger konstruksi pembantu pekerjaan bangunan gedung. Perancah dibuat apabila pekerjaan bangunan gedung sudah mencapai ketinggian 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan scaffolding di PT Istaka-Mina KSO. Desain penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cross sectional study, di mana subyek penelitian adalah pekerja yang bekerja menggunakan scaffolding yang berada di proyek Gedung kereta Api PT Istaka-Mina KSO Bekasi Timur, dengan sampel berjumlah 65 responden yang didapatkan dengan menggunakan metode covenience sampling dengan menggunakan rumus Slovin (1960). Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah univariat dan bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan perilaku dengan P-value 0,03 (<0,05) dan variabel pengaruh sikap dengan perilaku dengan P-value 0,05 (0,05), sedangkan variabel usia, pendidikan, lama jam kerja, masa kerja, fasilitas APD, fasilitas scaffolding dan pengawasan oleh HSE tidak di temukan pengaruh yang signifikan. Saran bagi PT Istaka-Mina KSO seharusnya lebih meningkatkan perilaku dengan cara lebih sering memberikan sosialisasi terhadap pekerja mengenai cara pemasangan scaffolding 2 minggu sekali dan melakukan TBM ( Toolbox meeting) agar pengetahuan pekerja lebih meningkat tentang perilaku penggunaan scaffolding, bukan hanya mengetahui secara ringkas saja, tetapi harus mengetahui secara lebih dalam lagi mengenai penggunaan scaffolding yang aman dan nyaman.
Cite
CITATION STYLE
Chujaimah, S., & Herlina, H. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan Scaffolding di Proyek Gedung Kereta Api PT Istaka-Mina KSO. Jurnal Persada Husada Indonesia, 9(35), 31–40. https://doi.org/10.56014/jphi.v9i35.354
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.