Abstract
Artikel ini membahas akulturasi Islam dan budaya lokal di Indonesia yang difokuskan pada tiga pokok masalah, yaitu 1) bentuk akulturasi Islam dan budaya lokal; 2) proses akulturasi Islam dan budaya lokal; dan 3) implikasi akulturasi Islam dan budaya lokal terhadap paham keislaman umat di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka yang datanya dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi Islam dan budaya lokal terlihat pada acara dan upacara adat, seni dan arsitektur, dan sistem nilai masyarakat. Akulturasi Islam dan budaya lokal terjadi karena Islam memiliki sisi universalitas bertemu dengan budaya lokal nusantara yang membutuhkan afiliasi dan mendapat dukungan sosial untuk berkembang. Akulturasi Islam dan budaya lokal di Indonesia menghasilkan praktik Islam lokal yang berimplikasi pada munculnya tiga paham keislaman, yaitu Islam tradisionis, Islam modernis, dan Islam puritan. Penelitian ini berimplikasi pada ajaran Islam mengandung peradaban yang lengkap, sehingga perlu dilakukan Islamisasi budaya dalam praktik Islam lokal demi menjaga kemurnian ajaran Islam tanpa menghilangkan unsur budaya lokal. Makna filosofis dalam simbol ritual acara dan upacara adat harus dimaknai sesuai dengan Islam. Ini merupakan upaya pemurnian akidah dengan tetap mengakomodasi budaya lokal. Kata
Cite
CITATION STYLE
Arsyad AT, M. (2012). KAJIAN KRITIS TENTANG AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 15(2), 211–220. https://doi.org/10.24252/lp.2012v15n2a6
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.