Abstract
Salah satu penyakit menular yang paling sering terjadi di lingkungan masyarakat dan menjadi penyebab mortalitas dan morbiditas di seluruh dunia adalah Pneumonia komunitas atau community-acquired pneumoniae (CAP). Penyakit ini menginfeksi saluran pernafasan bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan pola kuman penyebab pneumonia komunitas dan mengetahui pola kepekaannya terhadap antibiotika di RSUD dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode Januari – Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif potong lintang dengan sumber data berasal dari data sekunder yaitu rekam medis pasien pneumonia komunitas yang memiliki data hasil kultur sputum dan tes sensitivitas di RSUD dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode Januari – Oktober 2022. Data diambil dengan metode Total Sampling dandidapatkan 30 pasien pneumonia komunitas yang memiliki data lengkap mengenai hasil kultur sputum dan tes sensitivitas. Kuman yang paling banyak ditemukan adalah Klebsiella pneumoniae. Antibiotika dengan tingkat sensitifitas paling tinggi adalah Meropenem. Sementara antibiotika dengan tingkat resistensi paling tinggi adalah Cefazolin. Selanjutnya penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi terjadinya resistensi antibiotika pada bakteri perlu dilakukan lebih lanjut.
Cite
CITATION STYLE
Hidayat, H., & Pratama, A. (2023). COMMUNITY-ACQUIRED PNEUMONIA (CAP) : POLA KUMAN PENYEBAB DAN KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIKA DI RSUD dr. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNGBANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI – OKTOBER 2022. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 10(1), 1372–1380. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i1.8880
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.