Abstract
Sewage treatment plant merupakan permesinan atau instalasi yang berfungsi untuk mengolah limbah dimana proses penguraiannya tersebut dibantu dengan supply udara bertekanan yang dihasilkan oleh blower. Berdasarkan pengalaman peneliti pada saat melakukan penelitian, terjadi masalah ketika tekanan udara yang memasok udara ke aeration tank mengalami penurunan dibawah tekanan normal, atau hanya sebesar 0,2 bar, yang seharusnya tekanannya adalah sebesar 0,6 bar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, dampak serta upaya untuk mengatasi rendahnya tekanan udara pada aeration blower tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan fishbone diagram analysis untuk menemukan akar penyebab dari permasalahan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tekanan udara yang rendah disebabkan oleh carbon blade yang telah aus sehingga blower tidak dapat menghisap dan mendorong udara dengan kuat. Faktor lain yang menyebabkan ialah kebocoran pada sistem saluran udara yang menuju ke tangki karena fitting yang bocor. Dampak yang ditimbulkan adalah terhambatnya proses penguraian pada sewage treatment plant . Upaya penanganan yang dilakukan terhadap rendahnya tekanan udara pada Sewage treatment plant adalah dengan mengganti carbon blade dengan suku cadang baru dan penggantian dan perbaikan fitting saluran udara.
Cite
CITATION STYLE
Fadhil Yuliano, A., Prayogo, D., & Safi’i, I. (2025). Strategi Mengatasi Rendahnya Tekanan Udara pada Sewage Treatmeant Plant di MT Sea Senor. Majalah Ilmiah Bahari Jogja, 23(1), 31–38. https://doi.org/10.33489/mibj.v23i1.385
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.