Tipologi pengembangan kawasan berbasis transit di kawasan Stasiun Maguwo, Yogyakarta

  • Setiawan A
  • Ikaputra
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Transit oriented development (TOD) typology in Maguwo train station area, Yogyakarta Transit oriented development (TOD) is a concept to address problems related to the lack of public transportation use in urban areas. Empirical conditions in Maguwo station area have not applied the TOD principle, especially related to density and diversity aspects, which results in the low intensity of public transportation use, based on these conditions it is necessary to reposition the area with TOD concept. Repositioning Maguwo station area with TOD concept begins with a review of existing conditions and TOD typologies that ideal to be implied in Maguwo station area, finding gaps between existing conditions and ideal TOD typology, and recommendations for resolving the gaps, will be input for design process of TOD area. The study uses quantitative and qualitative deductive methods with research variables including character of regional development, variety, and intensity of spatial use. The research showed the ideal TOD typology applied in Maguwo station area was a sub urban TOD. The gap between the existing conditions and sub urban TOD standard is the lack of residential units and the low intensity of spatial use including building, residential, and population density. Therefore, the design area need to add the number of residential units and increase the intensity of building density to match the sub urban TOD standard. © 2020 Agus Setiawan, IkaputraPengembangan kawasan berbasis transit atau transit oriented development (TOD) adalah konsep untuk menjawab permasalahan terkait minimnya penggunaan moda transportasi publik yang terjadi di kawasan perkotaan. Kondisi empiris dikawasan stasiun Maguwo belum menerapkan prinsip TOD khususnya terkait aspek densitas dan diversitas, yang berakibat terhadap rendahnya intensitas pemanfaatan transportasi publik khususnya kereta api, berdasar kondisi tersebut perlu dilakukan penataan kembali dengan menerapkan prinsip TOD. Penataan kawasan stasiun Maguwo dengan konsep TOD diawali dengan tinjauan kondisi eksisting dan tipologi TOD yang ideal untuk diterapkan dikawasan stasiun Maguwo, temuan kesenjangan antara kondisi eksisting dengan tipologi TOD yang ideal untuk diterapkan, serta rekomendasi untuk menyelesaikan kesenjangan tersebut, akan menjadi masukan dalam proses perencanaan desain kawasan TOD. Penelitian menggunakan metode deduktif kuantitatif dan kualitatif dengan variabel penelitian meliputi karakter pengembangan kawasan, ragam dan intensitas pemanfaatan ruang. Hasil penelitian menunjukan tipologi TOD yang ideal diterapkan di kawasan stasiun Maguwo adalah tipologi TOD sub kota. Kesenjangan antara kondisi eksisting dengan standar tipologi TOD sub kota adalah pada kurangnya jumlah unit hunian dan rendahnya intensitas pemanfaatan ruang meliputi kepadatan bangunan, kepadatan unit hunian, dan kepadatan populasi, sehingga desain kawasan nantinya perlu menambahkan jumlah unit hunian dan meningkatkan angka intensitas kepadatan bangunan agar sesuai dengan standar tipologi TOD sub kota. © 2020 Agus Setiawan, Ikaputra

Cite

CITATION STYLE

APA

Setiawan, A., & Ikaputra. (2020). Tipologi pengembangan kawasan berbasis transit di kawasan Stasiun Maguwo, Yogyakarta. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 5(2), 255–264. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.402

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free