PERILAKU INVESTOR SAHAM INDIVIDU DALAM PERPEKTIF TEORI MENTAL ACCOUNTS

  • Hartono B
  • Purnomo A
  • Andhini M
N/ACitations
Citations of this article
217Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mental account secara tidak langsung memiliki hubungan erat dalam pasar saham. Ada yang berpendapat data akuntansi dipakai penganut analisis fundamental untuk mengambil keputusan investasi. Sebagian analisis fundamental melibatkan data-data akuntansi untuk menemukan perusahaan yang baik, punya peluang pertumbuhan dan menemukan harga wajar. Secara pendekatan psikologi, pola piker akuntansi ternyata juga mempengaruhi pola piker pelaku pasar dalam mengambil keputusan transaksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali lebih jauh determinan apa saja yang mempengaruhi investor saham dalam mengambil keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil yang diperoleh adalah bahwa terdapat dua determinan utama dalam pengambilan keputusan investasi yaitu aspek kognitif (sikap risiko, preferensi waktu investasi, kepribadian, tujuan investasi, dan strategi) dan aspek psikologis (kemampuan menyeleksi informasi, ketahanan diri, dan perilaku meniru). Keduanya secara teori mempengaruhi perilaku-perilaku keuangan individu (individual well- being). Selain itu, dalam perkembangan temuan empirisnya, mental anggaran (mental budgeting) juga berpengaruh seberapa besar seseorang menyisihkan pendapatan per bulan dalam dua rekening berbeda. Satu rekening untuk berinvestasi saham, dan yang lainnya untuk kebutuhan pribadi. Mental accounting juga terjadi ketika seseorang membagi rekening berdasarkan sumber pendapatan. Ada yang menempatkan dalam akun yang berbeda, ada juga membuatnya secara virtual, ada juga yang dalam catatannya. Sumber uang ternyata mempengaruhi bagaimana nantinya uang digunakan. Secara lebih jauh, pelaku pasar saham mempertimbangkan waktu dan level harga yang tepat untuk menyelamatkan posisi rugi saham yang dimiliki dengan strategi average down. Padahal seharusnya pelaku pasar saham tidak perlu fokus pada setiap posisi sahamnya, tetapi lebih melihat keseluruhan portofolio. Bila berpikir setiap posisi saham adalah akun yang terpisah dan tergesa-gesa ingin menjual saham yang sedang rugi, maka justru yang terjadi adalah kerugian yang lebih besar. Penelitian empiris mengenai konsep ini dibutuhkan lebih jauh, terutama bagi pelaku investor saham pemula. Kata Kunci: me

Cite

CITATION STYLE

APA

Hartono, B., Purnomo, A. S. D., & Andhini, M. M. (2020). PERILAKU INVESTOR SAHAM INDIVIDU DALAM PERPEKTIF TEORI MENTAL ACCOUNTS. Competence : Journal of Management Studies, 14(2), 173–183. https://doi.org/10.21107/kompetensi.v14i2.8957

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free