Pers Mahasiswa dalam Benturan Neoliberalisme

  • Ash Shiddiq A
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Neoliberalisme menjadi besar dan menemukan momentumnya di tengah derasnya arus globalisasi abad ke-21. Dengan semangat liberalisme klasik, tetapi tampilan yang lebih futuristik dan menarik, membuatnya mampu merasuk dalam segala aspek kehidupan, tak terkecuali media dan informasi. Pelaku pers (jurnalis) mendapat tantangan yang besar, bukan lagi soal kebebasan berpendapat dan keterbukaan informasi publik, tetapi tentang idealisme, semangat membela dan mewartakan kebenaran, juga tantangan dari pers era citizen journalism (jurnalisme warga). Begitu pula pers mahasiswa, jurnalis-jurnalis kampus menghadapi tantangan dari maraknya arus neoliberalisme. Dengan semangat anak muda (mahasiswa), Pers Mahasiswa sangat dinantikan kiprah dan goresan emasnya di tengah lesunya gerakan mahasiswa dan derasnya arus neoliberalisme di Indonesia yang juga merasukpada sistemPendidikan Tinggi.Idealisme dan independensi Pers Mahasiswa mendapat benturanhebat dari neoliberalisme.Kata Kunci: Pers Mahasiswa, Neoliberalisme, Idealisme.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ash Shiddiq, A. F. (2015). Pers Mahasiswa dalam Benturan Neoliberalisme. Gema Keadilan, 2(1), 46–59. https://doi.org/10.14710/gk.2015.3717

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free