Abstract
Anemia adalah suatu kondisi di mana hemoglobin (Hb) atau jumlah sel darah merah berada di bawah normal dan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis seseorang. Sarapan menyumbangkan sekitar 25% asupan gizi dalam sehari Pengetahuan seseorang dapat mempengaruhi jumlah kasus anemia pada remaja. Kurangnya pengetahuan tentang tanda-tanda, efek dan pencegahan anemia menyebabkan remaja putri mengonsumsi makanan yang tidak mengandung banyak zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini terdapat 40 remaja dan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden, dengan kriteria siswa merupakan siswi remaja putri usia 12-14 tahun. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan nilai p= 0,260 (p> 0,05), Sedangkan hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada remaja putri diketahui bahwa nilai p=0,631 > a=0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Falah Sofwaniyah
Cite
CITATION STYLE
Meikawati, P. R., Utami, S., & Haq, I. A. (2025). Hubungan Pengetahuan dan Kebiasaan Sarapan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. JURNAL KESEHATAN TERAPAN, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.54816/jk.v12i1.756
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.