Abstract
Peningkatan kualitas sumber daya manusia bergantung pada pendidikan. Namun, rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia sering kali disebabkan oleh faktor-faktor seperti kurangnya sarana dan prasarana, biaya pendidikan yang tinggi, serta tidak meratanya kesempatan pendidikan. Di MI Al-Ihsan, rendahnya hasil belajar siswa dalam Pendidikan Pancasila sebagian besar disebabkan oleh banyaknya materi dan teori yang mengharuskan siswa banyak menghafal, lalu kurangnya kreativitas dan inovasi dalam metode pengajaran yang diterapkan oleh guru, yang cenderung monoton dan tidak menarik bagi siswa dikarenakan sarana dan prasarana masih belum memadai. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi dapat dimanfaatkan melalui penerapan gamifikasi dalam media pembelajaran. Game ini dirancang untuk menarik minat siswa dengan mencocokkan gambar dengan batas waktu, nyawa, skor, dan papan peringkat serta pembelajaran materi yang sesuai kurikulum. Metodologi yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dan penerapan gamifikasi. Hasil Pengujian dengan metode SUS (System Usability Scale) mendapatkan hasil skor sebesar 84,7 yang artinya mendapatkan nilai A atau Excellent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media permainan seperti gamifikasi, dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Siswa menjadi lebih termotivasi dan tertarik mempelajari materi pendidikan Pancasila yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajarnya.
Cite
CITATION STYLE
Putri, R. A., & Wahyu, S. (2025). PENERAPAN MODEL GAMIFIKASI PADA APLIKASI GAME PENDIDIKAN PANCASILA BERBASIS MULTIMEDIA ANIMASI 2D. SKANIKA: Sistem Komputer Dan Teknik Informatika, 8(1), 70–82. https://doi.org/10.36080/skanika.v8i1.3319
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.