PERBEDAAN RESILIENSI INDIVIDU DENGAN STATUS SOSIAL EKONOMI RENDAH DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

  • Oktaverina S
N/ACitations
Citations of this article
123Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan resiliensi pada individu dengan status sosial ekonomi rendah jika ditinjau dari jenis kelamin. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk menghadapi tantangan, pengalaman yang sulit dan bagaimana dapat beradaptasi dalam situasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 89 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria responden yang digunakan yaitu siswa/i SMP yang berusia 11-15 tahun, pendapatan orang tua di bawah Rp 1.500.000,00 dan tinggal bersama keluarga. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dari Maulidya (2017) dan telah diuji try out oleh Ariyati (2018), yang disusun berdasarkan teori Reivich dan Shatte (2002). Hasil perhitungan dengan menggunakan independent sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar  0,017 atau p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan resiliensi individu dengan status sosial ekonomi rendah ditinjau dari variabel jenis kelamin. Perbedaan ini menunjukkan perempuan lebih resilien daripada laki-laki.

Cite

CITATION STYLE

APA

Oktaverina, S. (2021). PERBEDAAN RESILIENSI INDIVIDU DENGAN STATUS SOSIAL EKONOMI RENDAH DITINJAU DARI JENIS KELAMIN. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 12(2). https://doi.org/10.23887/jibk.v12i2.34210

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free