Abstract
Latar Belakang: Apendisitis didefinisikan sebagai peradangan pada apendiks vermiformis (kantong cacing) yang merupakan darurat bedah paling umum pada anak-anak dan dewasa muda dengan nyeri perut. Apendisitis diduga disebabkan oleh obstruksi lumen apendiks oleh faecalith, stasis faecal, hiperplasia limfoid atau caecal neoplasma dan berbagai infeksi oleh patogen. Pada kasus Appendisitis terjadi lebih banyak pada laki –laki di bandingkan perempuan dengan perbandingan kejadian 1:4, dan menyerang pada rata–rata umur 10 hingga 30 tahun. Tujuan: Mengetahui perbandingan jumlah leukosit pada pasien pasien apendisitis akut dan apendisitis dengan perforasi. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan data sekunder dengan melihat jumlah leukosit pada rekam medik responden. Analisis bivariat dengan uji Non-parametric Man-whitney. Hasil: Diketahui dari analisis data jumlah leukosit Apendisitis Akut sebanyak 50 orang dan Apendisitis Perforasi sebanyak 42 orang. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna jumlah leukosit kelompok Apendisitis Akut dengan Apendisitis Perforasi.
Cite
CITATION STYLE
Kheru, A., Sudiadnyani, N. P., & Lestari, P. (2022). Perbedaan Jumlah Leukosit Pasien Apendisitis Akut dan Perforasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 161–167. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.729
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.