IMPLEMENTASI WATERMARKING UNTUK PENYEMBUNYIAN DATA PADA CITRA DALAM DOMAIN FREKUENSI MENGGUNAKAN DISCRETE COSINE TRANSFORM

  • Firdausy K
  • Hawariyanta I
  • Murinto M
N/ACitations
Citations of this article
100Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Saat ini banyak karya seni dalam format citra digital. Perkembangan teknologi informasi, terutama internet, memberi kemudahan dalam mengkopi file-file digital dari satu komputer ke komputer lain. Untuk itu diperlukan sebuah sistem keamanan untuk melindungi karya tersebut agar tidak bisa ditiru (dibajak) dengan mudah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan dan menganalisis teknik watermarking untuk melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Intellectual Property Right dengan memberi tanda atau label pada citra digital. Penelitian diimplementasikan pada citra host (citra yang akan diberi label) dan citra watermark (label) dalam format grayscale dengan jenis citra statis yang berekstensi BMP. Citra hasil proses watermarking dinamakan citra watermarked. Proses penyisipan watermark ke dalam citra host dilakukan pada domain frekuensi dengan Discrete Cosine Transform (DCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra watermarked masih berkualitas baik, dengan nilai Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) yang tinggi antara 46,9 dB sampai dengan 76,3 dB. Hasil ekstraksi watermark dari ctra watermarked menunjukkan bahwa watermark yang disisipkan pada citra host masih dapat diperlihatkan eksistensinya dengan melihat nilai Normalized Cross Correlation (NC) yang berada pada 0,965 sampai dengan 0,988. Hal ini membuktikan bahwa hasil uji terhadap penerapan watermarking memanfaatkan transformasi DCT memiliki ketahanan yang baik terhadap pemrosesan citra, khususnya kompresi lossy JPEG. Kata kunci : HAKI, watermarking, Discrete Cosine Transform (DCT), PSNR 1. PENDAHULUAN Ada beberapa faktor yang membuat penggunaan data digital semakin marak dan disukai, yaitu [5] : a. mudah diduplikasi dan hasilnya sangat mirip dan bahkan bisa sama dengan aslinya. b. murah untuk penduplikasian dan penyimpanannya. c. mudah disimpan untuk kemudian diproses atau diolah lebih lanjut. d. mudah untuk didistribusikan baik melalui media fisik (disk) maupun media jaringan seperti Internet, dan lain-lain. Segala kemudahan yang didapat di dunia digital tersebut mendorong pula munculnya ide-ide negatif, seperti adanya pembajakan terhadap hasil karya orang lain ataupun sabotase terhadap data-data rahasia yang seharusnya hanya bisa diketahui oleh pihak yang berhak saja. Banyak cara yang sudah ditempuh untuk melindungi data digital. Satu dekade terakhir ini mulai muncul steganography, yaitu suatu teknik yang digunakan untuk menyembunyikan sebuah pesan, di mana nantinya pesan tersebut dapat diambil kembali oleh pihak-pihak yang berhak saja. Salah satunya adalah dengan cara penandaan dokumen. Jika semua obyek ditandai dengan label yang sama, hal ini dikenal sebagai proses watermarking [1]. Herdiaman [3] melakukan penelitian dengan judul " Pengamanan Informasi dengan Menggunakan Teknik Least Significant Bits (LSB) pada Metode Steganography dengan Delphi " . Penelitian tersebut membahas teknik penyembunyian data (label) teks dalam format *.txt, dan media penyembunyiannya (host) adalah citra dengan format *.bmp. Penelitian tersebut menitikberatkan pada bagaimana data itu disembunyikan ke dalam media yang lain untuk

Cite

CITATION STYLE

APA

Firdausy, K., Hawariyanta, I., & Murinto, M. (2006). IMPLEMENTASI WATERMARKING UNTUK PENYEMBUNYIAN DATA PADA CITRA DALAM DOMAIN FREKUENSI MENGGUNAKAN DISCRETE COSINE TRANSFORM. TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control), 4(1), 19. https://doi.org/10.12928/telkomnika.v4i1.1240

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free