Perbedaan Denyut Nadi dan Saturasi Oksigen Sebelum dan Sesudah Senam Bhineka Tunggal Ika (SBTI) di Era Pandemi Covid-19

  • Suwanto Y
  • Lusiana L
  • Purnama Y
N/ACitations
Citations of this article
306Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di masa pandemi Covid-19, sangatlah penting melakukan olahraga atau aktivitas fisik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Senam Bhineka Tunggal Ika (SBTI) memilki intensitas sedang dapat melatih otot-otot tubuh hingga denyut jantung meningkat. Pengukuran denyut nadi kaitannya dengan aliran darah jantung, semakin cepat maka kebutuhan oksigen di dalam darah meningkat. Peningkatan denyut jantung dipengaruhi oleh salah satunya jenis kelamin. Selama pandemi, tetap patuhi protokol kesehatan menggunakan masker selama senam, tidak ada efek merugikan bagi tubuh bila memakai masker khususnya tidak mengganggu sistem oksigenasi. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan denyut nadi dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah SBTI. Metode: data didapatkan secara acak dari pengukuran denyut nadi dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah senam menggunakan alat oksimetri pada 40 siswa/siswi di Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Semarang. Data diolah menggunakan uji T-independent dan uji normalitas Shapirowilk. Hasil penelitian: perbandingan jenis kelamin laki-laki (32,5%) dan perempuan (67,5%). Didapatkan hasil perhitungan saturasi oksigen tidak normal, selanjutnya denyut nadi dan jenis kelamin dengan uji t dengan sig 0.001 artinya terdapat perbedaan sebelum dan sesudah SBTI.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suwanto, Y. A., Lusiana, L., & Purnama, Y. (2021). Perbedaan Denyut Nadi dan Saturasi Oksigen Sebelum dan Sesudah Senam Bhineka Tunggal Ika (SBTI) di Era Pandemi Covid-19. Journal of Sport Coaching and Physical Education, 6(1), 59–62. https://doi.org/10.15294/jscpe.v6i1.46034

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free