Abstract
Tanggal 15 Januari 2021 pukul 19:23 WIB, daerah Mamuju dan sekitarnya dilanda gempa bumi merusak dengan magnitudo 6,2 Mw (moment magnitude). Gempa bumi ini mengakibatkan bencana : 105 meninggal, 3.369 orang luka-luka, sekitar 7.922 bangunan mengalami kerusakan. Selain itu diikuti juga oleh bahaya ikutan berupa retakan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah. Skala intensitas gempa bumi maksimum terjadi di daerah Mamuju yang mencapai skala VII MMI (Modified Mercally Intensity). Tujuh belas bulan kemudian, pada hari Rabu, tanggal 8 Juni 2022, pukul 12:32:36 WIB, daerah Mamuju dan sekitarnya kembali dilanda kejadian gempa bumi merusak dengan magnitudo 5,8 Mw. Kejadian ini juga mengakibatkan terjadinya bencana yaitu : 17 orang luka-luka, sejumlah gedung perkantoran dan 70 rumah penduduk mengalami kerusakan di Kabupaten Mamuju. Guncangan gempa bumi mencapai skala intensitas V MMI. Dua kejadian gempa bumi merusak tersebut memberikan pelajaran betapa pentingnya upaya mitigasi gempa bumi. Hasil pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa upaya mitigasi gempa bumi belum optimal di daerah Sulawesi Barat. Sewaktu kejadian gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 masyarakat masih terlihat panik. Upaya mitigasi gempa bumi melalui mitigasi struktural dan non struktural harus ditingkatkan di daerah Sulawesi Barat yang bertujuan untuk mengurangi risiko apabila di kemudian hari terulang kembali kejadian gempa bumi.
Cite
CITATION STYLE
Supartoyo, Suwargana, H., & Karim, A. (2022). DAMPAK GEMPA BUMI DI SULAWESI BARAT DAN UPAYA MITIGASI. JURNAL GEOMINERBA (JURNAL GEOLOGI, MINERAL DAN BATUBARA), 7(2), 104–118. https://doi.org/10.58522/ppsdm22.v7i2.101
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.