Abstract
Peningkatan tekanan darah pada penderita yang mengalami hipertensi sebagian besar selalu diiringi dengan keluhan nyeri kepala. Nyeri kepala jika tidak ditangani akan sangat mengganggu aktivitas sehari hari penderita hiopertensi yang mengalaminya. Penggunaan terapi yang salami ini digunakan lebih kepada terapi konvensional yang sudah ada yaitu dengan penggunaan obat obatan farmakologi. Ada beberapa terapi non farmakologi atau terapi kompelementer yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan adalah terapi bekam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi bekam terhadap intensitas nyeri kepala penderita hipertensi. Desain penelitian adalah Quasi-Experimental Design dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitan sebanyak 850 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 50 orang responden yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok intervensi dengan perlakuan bekam basah dan kelompok kontrol. Rata-rata skala nyeri kepala pada kelompok intervensi sebelum bekam sebesar 3,4 dan setelah bekam menjadi 1,64 skala sedangkan pada kelompok kontrol rerata skala nyeri kepala sebesar 3,22 pada skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil dari uji Wilcoxon didapati nilai p value 0,000. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi bekam terhadap penurunan intensitas nyeri kepala pada penderita hiptertensi. Darapkan terapi bekam dapat digunakan sebagai salah satu pilihan alternatif dan pelengkap terapi pengobatan penderita hipertensi yang mengalami permasalahan nyeri kepala khusunya di lingkungan UPTD Puskemas Kemalaraja Baturaja Timur Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan.Increased blood pressure in patients with hypertension is mostly always accompanied by complaints of headaches. If headaches are not treated, they can really interfere with the daily activities of people suffering from hypertension. The use of salami therapy is used more than existing conventional therapy, namely the use of pharmacological drugs. Actually, there are several non-pharmacological therapies or complementary therapies that can be done to overcome this problem. One of the complementary therapies that can be done is cupping therapy. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of cupping therapy on reducing head pain in patients with hypertension. The research design used a Quasi-Experimental Design with a Pretest-Posttest Control Group Design approach. The research population was 850 people with sampling techniques using purposive sampling with a sample size of 50 respondents consisting of two groups, namely the intervention group with wet cupping treatment and the control group. The average head pain scale in the intervention group before cupping was 3.4 and after cupping it was 1.64, while in the control group the average head pain scale was 3.22 on the Numeric Rating Scale (NRS) scale. The results of the Wilcoxon test showed a p value of 0.000. This shows that there is an effect of cupping therapy on reducing head pain in hypertensive patients. In the future, the author hopes that the cupping treatment method can be used as one of the implementations of complementary medicine at UPTD Puskemas Kemalaraja East Baturaja OKU Regency South Sumatera Province.
Cite
CITATION STYLE
Fitri Aisyah, Sutrisari Sabrina Nainggolan, & Mujahidin. (2024). PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP INTENSITAS NYERI KEPALA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEMALARAJA KABUPATEN OKU. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 14(2), 76–83. https://doi.org/10.52047/jkp.v14i2.344
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.