Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas inklusif di Madrasah Ibtidaiyah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas II, III, dan V, kepala madrasah, serta peserta didik inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi di kelas inklusif dilaksanakan melalui penyesuaian pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Guru melakukan penyederhanaan materi bagi siswa slow learner, memberikan instruksi singkat dan bertahap bagi siswa dengan ADHD, serta menyediakan alternatif bentuk tugas bagi siswa dengan anxiety disorder. Diferensiasi juga diterapkan melalui pengelompokan fleksibel, scaffolding, penguatan positif, modifikasi standar penilaian, serta fleksibilitas waktu pengerjaan tugas. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen guru, komunikasi dengan orang tua, dan budaya sekolah yang inklusif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana pendukung dan belum tersedianya guru pendamping khusus secara permanen. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi pedagogis yang efektif dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang partisipatif dan adaptif di madrasah ibtidaiyah.
Cite
CITATION STYLE
Asrorudin, A., & Nurhayati, R. (2026). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kelas Inklusif di Madrasah Ibtidaiyah. Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 8(01), 24–32. https://doi.org/10.62097/ad.v8i01.2934
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.