Abstract
Desa Sokawera, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, memiliki potensi agro-waste singkong yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan dan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis limbah singkong dengan melibatkan siswa SD Negeri 2 Sokawera. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan implementasi langsung. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa, dilanjutkan dengan demonstrasi, praktik kelompok, dan pengaplikasian pupuk pada tanaman. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan. Siswa mampu mempraktikkan pembuatan pupuk secara mandiri dengan hasil berkualitas tinggi yang ditandai oleh tekstur halus, warna cokelat tua, serta kandungan nutrisi yang mendukung pertumbuhan tanaman. Program ini juga memberikan pembelajaran langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya pengelolaan limbah dan peran mereka dalam menjaga lingkungan. Dampak spesifik terlihat pada peningkatan kesadaran lingkungan siswa sejak usia dini, keterampilan dasar mereka dalam mengolah limbah menjadi produk bermanfaat, dan pembentukan kebiasaan ramah lingkungan yang dapat berdampak jangka panjang. Program ini menjadi model pembelajaran praktis yang dapat direplikasi untuk edukasi lingkungan di sekolah dasar lainnya.
Cite
CITATION STYLE
Astuti, P., Zain, D., Ardandi, A., Firena, V., Nuraeni, A., Salsabila, S., … Ibrahim, M. K. (2025). Inovasi Pupuk Organik Berbasis Pemanfaatan Agro Waste Tanaman Singkong dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Sokawera, Kecamatan Patikraja, Banyumas. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 371–380. https://doi.org/10.54082/jippm.685
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.