Kadar Kortisol, Transforming Growth Factor β, serta Derajat Adhesi Pasca Laparoskopi dan Laparotomi

  • Pribadi A
  • Riwanto I
  • Budijitno S
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Adhesi intraperitoneal pasca bedah abdomen terjadi pada 50-97% kasus adhesi, dengan penyebab terbanyak adalah laparotomi. Penelitian ini bertujuan membuktikan perbedaan dampak laparoskopi dan laparotomi terhadap derajat adhesi peritoneal, kadar kortisol dan TGF-β. Desain randomized control trial post test only diterapkan pada dua kelompok, yaitu kelompok laparoskopi dan laparotomi dalam anestesi umum. Sampel darah diambil sesaat sebelum dan 6 jam paska operasi untuk pemeriksaan kadar kortisol. Tujuh hari pasca operasi dilakukan terminasi, dilanjutkan laparotomi untuk penilaian adhesi intraperitoneal, dan pengambilan cairan peritoneum untuk pemeriksaan kadar TGF-β. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan bermakna pada kenaikan kadar kortisol (rerata 20,03±1,550ng/ml), TGF-β (rerata 6.772,50±414,77pg/ml), dan derajat adhesi antara kedua kelompok (p=0,021, p<0,001, p=0,002). Terdapat korelasi positif kuat antara kadar kortisol denganTGF-β (p=0,030, r=0,632) dan korelasi positif yang signifikan antara kadar TGF-β dengan derajat adhesi (p=0,001, r=0,941). Penelitian ini membuktikan bahwa bedah laparoskopi dapat mengurangi peningkatan kadar kortisol dan TGF-β, serta insidens adhesi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pribadi, A., Riwanto, I., & Budijitno, S. (2016). Kadar Kortisol, Transforming Growth Factor Î2, serta Derajat Adhesi Pasca Laparoskopi dan Laparotomi. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 29(1), 64–68. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2016.029.01.13

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free