Abstract
Penerima beasiswa adalah seseorang yang lolos dalam suatu kriteria tertentu. Data-data penerima beasiswa diseleksi untuk menentukan siswa mana yang berhak menerima beasiswa. Masing-masing data siswa dipertimbangkan dengan melihat kriteria tertentu. Masing-masing kriteria memiliki bobot yang berbeda-beda. Berdasarkan bobot dari masing-masing kriteria itu, bisa didapatkan bobot yang dapat diurutkan sesuai prioritas tertentu. Prosedur pengolahan data yang dilakukan secara manual meliputi kegiatan pengumpulan data, pengelompokan, pengurutan, perhitungan dan yang pada akhirnya menyusun dalam sejumlah bentuk laporan. Pada penelitian penerimaan beasiswa ini, sistem pendukung keputusan menggunakan metode fuzzy analytic hierarchy process. Hasil bobot siswa yaitu Budi 0.212, Luthfi 0.18, Sendi A 0.148, Muklis 0.164 dan Indah P 0.138. Data ini merupakan 5 besar siswa yang berhak mendapatkan beasiswa sedangkan untuk Novi dan kawit kurang memenuhi standart persyaratan pendaftaran.Kata Kunci: SPK, Beasiswa, Fuzzy Analytic Hierarchy Process
Cite
CITATION STYLE
Saifulloh, -, & Kusrini, -. (2016). Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penentuan Beasiswa Menggunakan Metode Fuzzy - AHP. CogITo Smart Journal, 2(2), 120–134. https://doi.org/10.31154/cogito.v2i2.23.120-134
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.