Abstract
Introduction: Tekanan darah sistolik merupakan indikator penting dalam diagnosis hipertensi dan berperan besar dalam penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hipertensi dapat dikelola dengan gaya hidup sehat dan pengobatan, namun konsistensi dalam penerapan self-care menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-care management dan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi. Methods: Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 112 responden penderita hipertensi. Data self-care management diperoleh melalui kuesioner Hypertension Self Management Behavior Questionnaire, dan tekanan darah sistolik diukur dengan tensimeter digital. Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Results: Mayoritas responden memiliki self-care management dalam kategori cukup (44,6%), dengan setengahnya memiliki tekanan darah sistolik antara 140-159 mmHg. Uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara self-care management dan tekanan darah sistolik (ρ = 0,005, r = 0,262), menunjukkan bahwa semakin baik self-care management, semakin terkontrol tekanan darah sistolik meskipun pengaruhnya lemah. Conclusion: Self-care management yang baik memiliki hubungan signifikan dengan pengendalian tekanan darah sistolik, meskipun pengaruhnya lemah. Edukasi kesehatan dan dukungan sosial perlu diperkuat untuk meningkatkan kualitas manajemen diri pada penderita hipertensi. Kata kunci: hipertensi, tekanan darah sistolik, self care management
Cite
CITATION STYLE
Faqih, Moh. U., Munir, M., Hakim, L., & Putri, B. M. F. (2025). The Impact of Self-Care Management on Systolic Blood Pressure Control in Hypertensive Patients. Journal of Pubnursing Sciences, 3(01), 6–12. https://doi.org/10.69606/jps.v3i01.205
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.