Pendidikan Sosiality Nabi Muhammad : Pondasi Moderasi Beragama di Era Modern

  • Afifah S
  • Nada F
  • Hifdzi Haq M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena meningkatnya intoleransi, polarisasi sosial, dan degradasi nilai kemanusiaan di era modern menjadi tantangan serius bagi pendidikan Islam. Pendidikan sosiality Nabi Muhammad Saw. menawarkan model pendidikan berbasis nilai-nilai sosial profetik yang berorientasi pada keseimbangan dan harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial kenabian yang dapat dijadikan landasan konseptual dan praksis dalam memperkuat moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan terhadap literatur tafsir, hadis, serta kajian pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sosiality Rasulullah menekankan nilai tasamuh (toleransi), ta‘awun (kerjasama), dan rahmah (kasih sayang), yang diimplementasikan melalui keteladanan, pembiasaan, dan interaksi sosial lintas kelompok. Nilai-nilai tersebut terbukti efektif dalam membangun karakter moderat dan menumbuhkan semangat keberagamaan yang inklusif. Dengan demikian, pendidikan sosiality Nabi Muhammad Saw. dapat dijadikan paradigma pendidikan karakter profetik yang relevan untuk memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat digital dan multikultural masa kini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Afifah, S., Nada, F. Q., Hifdzi Haq, M. S., Agustin, A., & Syaifuddin, M. (2025). Pendidikan Sosiality Nabi Muhammad : Pondasi Moderasi Beragama di Era Modern. El Banar : Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 8(2), 91–99. https://doi.org/10.54125/elbanar.v8i2.965

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free