Simulasi Lapangan Penerapan Chicane Sebagai Perangkat Traffic Calming di Indonesia

  • Ersamaulia M
  • Kusumastutie N
  • Rusmandani P
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Traffic calming merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengelola kecepatan. Salah satu jenis traffic calming yang terbukti efektif mereduksi kecepatan dan mengurangi volume lalu lintas adalah chicane. Namun sayangnya chicane tidak popular digunakan di Indonesia. Untuk itu penelitian ini bermaksud untuk menguji efektivitas chicane dalam mereduksi kecepatan kendaraan agar dapat menjadi alternatif traffic calming di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi lapangan dengan menggunakan taffic cone dan rambu portable dalam mengimplementasikan chicane. Model chicane yang digunakan adalah model chicane dari Pedoman Perencanaan Fasilitas Pengendali Kecepatan Lalu Lintas (model 1) dan Pennsylvania's Traffic Calming Handbook (model 2). Lokasi studi merupakan jalan lokal yang menjadi blacksite, yaitu Jalan Pemuda Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model chicane efektif dalam mereduksi kecepatan. Chicane model 1 mampu mereduksi kecepatan pada masing-masing arah sebesar 20% dan 17%, sedangkan pada model 2 sebesar 38,2% dan 39,6%. Namun demikian, kapasitas jalan pada saat implementasi chicane model 2 mengalami penurunan yang sangat drastis, dari kapasitas jalan sebesar 1.516,54 smp/jam pada kondisi eksisting menjadi sebesar 1.527 smp/jam. Oleh karena itu, chicane model 1 lebih disarankan untuk diimplementasikan pada lokasi studi dengan kombinasi pita penggaduh sebelum memasuki chicane. Abstract [Title: Field Simulation for the Application of Chicane as a Traffic Calming Device in Indonesia] Traffic calming is a way that can be used to manage speed. Chicane is a type of traffic calming that has been proven to be effective in reducing speed and traffic volume. Unfortunately, chicane is not popularly used in Indonesia. For this reason, this study is intended to test the effectiveness of chicane in reducing speed so that it can become an alternative traffic calming in Indonesia. The method used in this study is a field simulation using traffic cone and portable signs in implementing the chicane. The chicane model used is the chicane model from Pedoman Perencanaan Fasilitas Pengendali Kecepatan Lalu Lintas (model 1) and Pennsylvania's Traffic Calming Handbook (model 2). The study location is a local road, that is a blacksite, namely Jalan Pemuda in Kebumen Regency, Central Java, Indonesia. The results showed that the two chicane models were effective in reducing speed. Chicane model 1 reduced speed for each direction by 20% and 17%, while in model 2 it was 38.2% and 39.6%. However, the road capacity at the time of implementing the chicane model 2 has decreased drastically, from the capacity of 1,516.54 pcu/hour in the existing condition to 1,527 pcu/hour. Therefore, the chicane model 1 is more recommended to be implemented at the study location with a combination of rumble strips before entering the chicane.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ersamaulia, M. S., Kusumastutie, N. S., & Rusmandani, P. (2020). Simulasi Lapangan Penerapan Chicane Sebagai Perangkat Traffic Calming di Indonesia. TEKNIK, 41(2), 163–171. https://doi.org/10.14710/teknik.v0i0.23587

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free