STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA REJODADI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN

  • Anang R
  • Dwiki M
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to find out the communication strategy for agricultural extension and to find out the barriers to communication for agricultural extension during the Covid-19 pandemic. It was carried out in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency from December 2021 to January 2022. The research method used was qualitative with a phenomenological approach. Sampling method used is Non Probablity Sampling. The selected informants were agricultural extension workers, heads of farmer groups and farmers in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency. Data collection methods used were in-depth interviews, participatory observation and documentation. The data processing method used was carried out in 3 stages, namely data condensation, data presentation and drawing conclusions. The data analysis used was descriptive analysis with a qualitative approach. The results showed that the agricultural extension communication strategy used during the Covid-19 pandemic was to maximize non-verbal mass communication provided through social media and try not to carry out direct agricultural extension communication whether it was carried out in masses, groups or individuals except for reasons certain. Meanwhile, communication barriers to agricultural counseling occur in agricultural extension which is carried out through social media. The communication barrier is due to technical and ecological barriers. Technically, the obstacles are farmers' lack of understanding of agricultural extension materials, farmers who do not have android cellphones and the slow response of agricultural extension workers when conducting question and answer sessions regarding agricultural extension materials. Meanwhile, ecological obstacles are the internet network which is less stable and experiences disturbances at certain times.ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui strategi komunikasi penyuluhan pertanian dan untuk mengetahui hambatan komunikasi penyuluhan pertanian pada masa pandemi covid-19. Dilaksanakan di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin pada bulan Desember 2021 sampai dengan Januari 2022. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Non Probablity Sampling. Narasumber yang dipilih adalah penyuluh pertanian, ketua kelompok tani dan petani yang ada di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi komunikasi penyuluhan pertanian yang digunakan pada masa pandemi covid-19 adalah dengan memaksimalkan komunikasi massa secara non verbal yang diberikan melalui media sosial dan mengupayakan untuk tidak melakukan komunikasi penyuluhan pertanian secara langsung baik itu dilakukan secara massa, kelompok maupun perorangan kecuali sebab tertentu. Sedangkan hambatan komunikasi penyuluhan pertanian terjadi pada penyuluhan pertanian yang dilakukan melalui media sosial. Hambatan komunikasi tersebut disebabkan hambatan secara teknis dan ekologis. Hambatan secara teknis yaitu ketidak pahaman petani terhadap materi penyuluhan pertanian, petani yang tidak memiliki handpone android dan lambatnya respon penyuluh pertanian ketika dilakukan sesi tanya jawab seputar materi penyuluhan pertanian. Sedangkan hambatan secara ekologis yaitu jaringan internet yang kurang stabil dan mengalami gangguan di waktu tertentu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anang, R. H., & Dwiki, M. (2023). STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA REJODADI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN. Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 11(2), 152. https://doi.org/10.32502/jsct.v11i2.5587

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free