Abstract
Pulau Belitung memiliki banyak pulau-pulau kecil dengan tutupan lamun yang cukup bervariasi, tempat berbagai jenis moluska hidup, namun keanekaragaman moluska di perairan ini belum banyak diketahui. Penelitian di Pulau Kelayang (stasiun BLTS01), Pulau Kepayang (stasiun BLTS02), Pulau Mendanau (stasiun BLTS03), Pulau Sekutai (BLTS04), Pulau Sebongkok (stasiun BLTS05), Pulau Ruk (stasiun BLTS06) dan Pulau Kalimambang (stasiun BLTS07), telah dilakukan pada tanggal 29 Agustus hingga 9 September 2018. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui struktur komunitas dan kepadatan moluska. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek kuadran, yang dilakukan dari tepi pantai tegak lurus ke arah tubir. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 22 jenis moluska yang terdiri dari 10 jenis dari kelas bivalvia dan 12 jenis dari kelas gastropoda. Anadara antiquata, Pinna bicolor dan Gafrarium pectinatum dari kelas bivalvia; Lambis lambis dan Strombus urceus dari kelas gastropoda memiliki penyebaran yang luas. Kepadatan moluska tertinggi terdapat di stasiun BLTS06 (23,283 individu/ha) dan terendah di stasiun BLTS03 (283 individu/ha). Isognomon isognomum merupakan jenis yang mendominasi stasiun BLTS06. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) berkisar antara 2,42-3,52 dan masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Indeks kemerataan jenis (J’) berkisar antara 0,71-0,86. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas moluska di perairan ini masih berada dalam kondisi cukup baik.
Cite
CITATION STYLE
Cappenberg, H. A. W., & Wulandari, D. A. (2019). STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA DI PADANG LAMUN PERAIRAN PULAU BELITUNG PROVINSI BANGKA BELITUNG. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 11(3), 735–750. https://doi.org/10.29244/jitkt.v11i3.26133
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.