Abstract
Latar Belakang: Pada kasus ulkus peptikum terutama ditemukan lesi yang hilang timbul dan paling sering didiagnosis pada orang dewasa usia pertengahan sampai usia lanjut, tetapi lesi ini mungkin sudah muncul sejak usia muda yang sering terjadi akibat penggunaan Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS) non-slektif, seperti aspirin. Kunyit dapat memproteksi mukosa lambung dengan meningkatkan sekresi mukus dan mempunyai efek vasodilator sehingga kunyit dapat meningkatkan pertahanan mukosa lambung. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rimpang kunyit terhadap kerusakan lambung. Metode: Menggunakan studi literatur dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam setiap artikel. Hasil: Minyak atsiri yang terkandung dalam kunyit berkhasiat untuk mengatur keluarnya asam lambung agar tidak berlebihan. Kunyit juga diduga mempunyai aktivitas analgesic karna mengandung kurkuminoid dan minyak astiri. Kurkumin memberikan efek ke COX-2 (cyclooxygenase2), sintesa nitrat oksida dan biomarker respon inflamasi yang akan meningkatkan produksi sel makrofag dari TNF- α sehingga inflamasi berkurang. Kesimpulan: pemberian ekstrak kunyit dapat menstabilkan pH asam lambung hingga dapat meningkatkan tingkat penyembuhan pada ulkus lambung. Sehingga rimpang kunyit memiliki efek proteksi pada lambung
Cite
CITATION STYLE
Athala, S. (2021). Efektivitas Gastroprotektif Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Pada Lambung Yang Di Induksi Aspirin. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 402–407. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.616
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.