Abstract
Sebuah film memiliki aspek utama berupa cerita dan visual. Secara tidak sadar, sebanyak 95% penonton secara sadar dan tidak sadar yang dilihat saat menonton film adalah latarnya. Walaupun desain karakter dan animasi karakter tidak terlalu menonjol, namun apabila latarnya memiliki kesesuaian yang pas dan mendukung, mood dan emosi dalam sebuah cerita dapat tercipta dengan baik. Sebuah latar visual yang bagus ialah sebuah visual dimana visual tersebut dapat membuat para penonton ingin dan ingin untuk melihat lagi dan lagi. Sebuah visual tentu tidak akan terlihat menarik tanpa environment yang mendukung. Environment yang mendukung tentu didukung oleh aspek - aspek. Salah satu aspeknya ialah warna. Memiliki warna dalam sebuah environment bisa sangat membantu. Kampung Warna - Warni Jodipan, Kampung 3D di Malang, dan Kampung Pelangi merupakan sebuah kampung yang dapat dijadikan referensi untuk sebuah kompleks yang bewarna. Mulai dai warna - warna yang ada di setiap rumah, hiasan - hiasan bewarna yang kreatif bentuknya, grafiti buatan warga, dan juga tentunya bentuk medan tanah yang menarik.
Cite
CITATION STYLE
Orvilla, S., & Santoso, F. (2018). Perancangan Visual Environment Bertemakan Kampung Warna - Warni di Indonesia dalam Film Pendek Animasi “Corazón.” Jurnal Desain, 5(02), 123. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v5i02.2164
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.