Hubungan Tingkat Adversity Quotient Dengan Tingkat Burnout Pada Perawat di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga

  • Azzahra S
  • Suroso J
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perawat yang mengalami burnout berdampak pada kondisi psikologis yang tidak dapat mentolerir stress kerja, mengarah pada stress jangka panjang dan menyebabkan kelelahan mental, fisik, serta harga diri rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan burnout pada perawat di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 50 perawat di Instalasi Rawa Inap RSUD Dr. R. Goeteng Taronadibrata Purbalingga, yang diperoleh menggunakan Teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner, dengan uji statistik spearman rank. Hasil penelitian didapatkan tinngkat adversity quotient pada kategori berat sebanyak 12 orang (24%), dan tingkat burnout berat 24 orang (48%), dan berdasarkan uji spearman rank didapat nilai p value 0,000 (p < 0.05) berarti signifikan, dan nilai person corelation yaitu -0,775 yang berarti berkorelasi sangat kuat. Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara adversity quotient dengan burnout. Semakin tinggi adversity quotient maka semakin rendah burnout, sebaliknya semakin rendah adversity quotient maka semakin tinggu Burnout.

Cite

CITATION STYLE

APA

Azzahra, S. Y., & Suroso, J. (2024). Hubungan Tingkat Adversity Quotient Dengan Tingkat Burnout Pada Perawat di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Jurnal Promotif Preventif, 7(1), 36–42. https://doi.org/10.47650/jpp.v7i1.1140

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free