KONFLIK LAHAN DI REMPANG DALAM PANDANGAN ANALISIS WACANA KRITIS MODEL MICHEL FOUCOULT

  • Lenga K
  • Mardikantoro H
  • Rustono R
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Wacana tidak dipahami semata-mata sebagai objek studi bahasa tetapi bahasa sebagai alat yang digunakan untuk tujuan dan praktik tertentu termasuk praktik ideologi dan kekuasaan. Analisis wacana kritis memahami wacana tidak semata-mata sebagai suatu studi bahasa, tetapi analisis wacana kritis juga menghubungkannya dengan konteks. Analisis wacana model Michel Foucault merupakan salah satu metode analisis teks media untuk membedah bagaimana cara media mengkonstruksi sebuah wacana. Tujuan penelitian ini yakni mengkaji bentuk representasi; misrepresentasi marjinalisasi, dan delegitimasi dalam wacana berita tentang konflik lahan di Pulau Rembang, Batam yang diberitakan media online Kompas.com dan CNN Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik catat sedangkan dianalisis data dengan teknik analisis konten. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa  berita “Konflik Lahan di Rempang Meruncing, Pemerintah Diminta Dengar Aspirasi Warga” dan “Polemik Status Tanah Rempang Batam yang Bakal Disulap PSN Eco-City” mengandung bentuk representasi; misrepresentasi, marjinalisasi, dan delegitimasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lenga, K. M., Mardikantoro, H. B., & Rustono, R. (2024). KONFLIK LAHAN DI REMPANG DALAM PANDANGAN ANALISIS WACANA KRITIS MODEL MICHEL FOUCOULT. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(1), 332–346. https://doi.org/10.31943/bi.v9i1.653

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free