Abstract
Perawatan pasien di dalam fasilitas perawatan kelas D di rumah sakit melibatkan lingkungan fisik yang sangat penting dan menjadi bagian krusial dalam memfasilitasi penyembuhan. Selain itu, lingkungan tersebut juga memiliki keterkaitan yang signifikan dengan aspek psikologis yang dapat mendukung percepatan proses pemulihan pasien. Salah satu faktor penyebabkan pasien mengalami kebosanan dan lambatnya proses pemulihan adalah faktor lingkungan tempat perawatan (rawat inap) yang tidak nyaman, sehingga proses penyembuhan akan terhambat. Kajian ini merupakan kritik arsitektur terhadap rawat inap di rumah sakit kelas D yang terbangun, dievaluasi kajian literatur yang sudah disajikan sehingga mendapat satu kesimpulan yang dapat digunakan untuk melakukan kritik arsitektur berupa rekomendasi atau masukan terhadap hasil karya desain arsitektur yang lebih baik. Kajian ini mempergunakan metode kritik normatif dengan jenis turunan metode terukur untuk menganalisis komponen struktur dan desain artistektur ruang rawat inap yang ada di RSUD Kertasari Kabupaten Bandung. Hasil dari pembahasan 72,72% telah sesuai dengan standar, 27,28% belum sesuai sehingga perlu perbaikan dan membutuhkan peningkatan kualitas. Peningkatan tersebut bisa diterjemahkan kedalam kegiatan renovasi, atau perubahan tata ruang dalam agar sesuai dengan regulasi, dan aspek-aspek persyaratan ruang/bangunan fasilitas kesehatan
Cite
CITATION STYLE
Komaludin, K., Ilhamdaniah, I., & Widaningsih, L. (2025). Evaluasi Ruang Rawat Inap (Ranap) pada Bangunan Gedung Rumah Sakit Kelas D (Studi Kasus Rumah Sakit Umum Daerah Kertasari Kabupaten Bandung). Jurnal Komposit, 9(1), 173–181. https://doi.org/10.32832/komposit.v9i1.15932
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.