Budaya Bersarung Masyarakat Kontemporer

  • Damajanti M
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena budaya bersarung adalah bahasan penelitian yang digali menggunakan pendekatan etnografi. Informan yang terlibat adalah pelaku budaya bersarung dari beragam profesi dan latar belakang. Data diperoleh dari studi pustaka termasuk media online. Sarung adalah busana yang dikenal masyarakat Indonesia sebagaimana di banyak bagian negara lain di Asia. Sarung dipakai untuk menutup tubuh bagian bawah seperti busana adat daerah, mulai dari busana sehari-hari hingga busana pengantin. Barthes (1997) menyatakan busana sebagai pembentuk identitas kolektif sehingga didalamnya terkandung penanda bermakna. Di lain pihak Malcom Barnard (2002) menyebutkan bahwa fungsi busana tidak hanya sebagai pelindung tubuh namun juga sebagai alat komunikasi. Ketika sarung menjadi bagian dari busana sehari-hari, acara adat, ritual keagamaan hingga pernikahan, sarung telah mendukung aktivitas masyarakat maka ini adalah praktek budaya keseharian. Belakangan ini sarung untuk laki-laki maupun perempuan dipopulerkan kembali oleh masyarakat perkotaan khususnya pecinta fesyen. Selain pembiasaan baru tersebut, oleh sekolompok lain masyarakat sarung dibedakan peruntukannya berdasarkan motif. Ada pemahaman bahwa kaum laki-laki hanya pantas menggunakan sarung bila motifnya berciri geometris. Sarung sebagai budaya yang mengandung makna penting bagi masyarakat mewarnai kehidupan fesyen lokal. Kata kunci : sarung, budaya bersarung, motif, fesyen

Cite

CITATION STYLE

APA

Damajanti, M. N. (2022). Budaya Bersarung Masyarakat Kontemporer. Biokultur, 11(1), 1–14. https://doi.org/10.20473/bk.v11i1.37113

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free