Abstract
Perubahan medan gravitasi frekuensi rendah yang timbul sebelum terjadinya gempabumi kuat dapat dideteksi dengan alat Atropatena. Prinsip kerja Atropatena mirip dengan Torsion Balance pada Eksperimen Cavendish. Detektor Atropatena mencatat secara simultan dan kontinu variasi medan gravitasi dalam tiga komponen, yaitu satu komponen vertikal (Z) dan dua komponen horizontal (X dan Y). Pada bulan Agustus 2009, stasiun Atropatena-ID telah dipasang di Yogyakarta. Stasiun Atropatena bekerja dalam bentuk jaringan, di bawah koordinasi GNFE (Global Network for the Forecasting of Earthquakes) yang berpusat di Istanbul, Turki. Pada saat ini di seluruh dunia terdapat 5 stasiun Atropatena, yaitu di Azerbaijan, Pakistan, Turki, Indonesia, dan Ukraina. Sampai dengan saat ini, jaringan stasiun Atropatena telah berhasil memprediksi lebih dari 50% gempabumi kuat di seluruh dunia, termasuk gempabumi Jepang (8,9 SR) yang terjadi pada tanggal 11 Maret 2011. Kata
Cite
CITATION STYLE
Wahyudi, W. (2011). PREDIKSI GEMPABUMI JEPANG 11 MARET 2011 OLEH DETEKTOR ATROPATENA-ID (STASIUN YOGYAKARTA). Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 12(3). https://doi.org/10.31172/jmg.v12i3.105
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.