Abstract
“Giri” artinya gunung, dan “Petak” artinya putih atau sinar putih. Jadi, Giri Petak merupakan sinar putih atau sinar suci yang berasal dari gunung (Gunung Agung) yang melahirkan semangat spiritual yang akhirnya akan menciptakan kesejahteraan. Dalam kata lain, Giri Petak merupakan spirit religi Gunung Agung. Tabuh kreasi inovatif ini menggambarkan semangat spiritual yang didasari dengan adanya cinta atau kasih sayang dari seorang individu yang terinspirasi dari pengembangan sastra yang dilakukan oleh masyarakat atau penduduk di kaki Gunung Agung, yaitu “Gebang Apit Lontar”. Tabuh kreasi inovatif ini bersifat kekinian dengan mengutamakan orisinalitas dan mengacu pada pola atau pakem tradisi yang dibawakan menggunakan media Semara Pegulingan Saih Pitu. Adapun metode penciptaan yang digunakan pada proses penciptaan karya seni karawitan ini dibagi menjadi 3 tahapan yaitu Tahapan Penjajagan (Eksplorasi) yaitu penulis mulai mencari inspirasi untuk karya seni karawitan ini, Tahapan Percobaan (Improvisasi) yaitu penulis mulai menuangkan gending dari konsep yang penulis angkat, dan Tahapan Pembentukan (Forming) yaitu penulis melanjutkan penuangan gending dari bagian 1 hingga bagian 4.
Cite
CITATION STYLE
Sudana Astika Manuaba, I. B. K. (2023). Introduction to the Musical Compotition “Giri Petak” | Pengantar Komposisi “Giri Petak.” GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 3(3), 341–349. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v3i3.2115
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.