Abstract
Kota Batam dan Kabupaten Bintan merupakan wilayah perdagangan dan kepelabuhanan bebas yang dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi utama Kepulauan Riau. Kota Batam terus berkembang dengan pesat namun keterbatasan lahan dan kurangnya akses ke wilayah hinterland menjadi masalah dalam perkembangannya. Oleh karena itu untuk menjawab masalah tersebut, direncanakan pembangunan jembatan Batam-Bintan dengan tujuan pemerataan pembangunan antara wilayah Kota Batam dan Kabupaten Bintan. Ada dua skenario untuk melihat dampak jembatan Batam-Bintan. Pada skenario pertama, Kota Batam berkembang dengan pesat namun pada akhir simulasi pertumbuhannya melambat dikarenakan keterbatasan lahan menyebabkan daya dukung lahan Kota Batam menurun. Sementara Kabupaten Bintan berkembang dengan pelan hingga 25 tahun kemudian pertumbuhannya belum mampu setara dengan Kota Batam saat ini. Pada skenario kedua, perilaku model dinamis Batam dan Bintan dengan pembangunan jembatan Batam-Bintan memperlihatkan dampak jembatan Batam-Bintan, ada tiga efek yaitu multiplier effect, spin-off effect dan spill- over effect. Masing-masing efek memberikan dampak positif pada Kota Batam dan Kabupaten Bintan. Pada skenario ini Kota Batam masih dapat berkembang dan laju pertumbuhan Kabupaten Bintan meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan tanpa pembangunan jembatan Batam-Bintan.
Cite
CITATION STYLE
Chalil, T. M. (2013). Pemodelan Dampak Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Terhadap Dinamika Kependudukan, Ekonomi, Dan Guna Lahan Batam dan Bintan. Journal of Regional and City Planning, 23(3), 241. https://doi.org/10.5614/jpwk.2012.23.3.5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.