Dampak Program Penguatan Literasi pada Hasil Asesmen Kompetensi Minimum di Sekolah Dasar

  • Hafizha N
  • Rakhmania R
N/ACitations
Citations of this article
300Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kemampuan literasi membaca siswa Indonesia masih tergolong rendah, hal tersebut dibuktikan dari rendahnya skor membaca Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Penelitian ini melakukan studi terhadap Program Penguatan Literasi (PPL) di Sekolah Dasar (SD) Karakter Depok, Jawa Barat. PPL merupakan bentuk dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa. Studi ini merupakan studi kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPL di SD Karakter berhasil meningkatkan kemampuan literasi siswa. Hal tersebut dibuktikan dari hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) SD Karakter pada tahun ajaran 2022-2023 yang meningkat dari tahun ajaran sebelumnnya. PPL menekankan pentingnya menulis jurnal sebagai elemen kunci dalam pengembangan literasi siswa, memberikan kebebasan siswa untuk berekspresi, menuangkan ide kreatif, dan meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa. Program PPL di SD Karakter dapat dijadikan rujukan dan contoh untuk sekolah lain dalam membuat kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) demi meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar

Cite

CITATION STYLE

APA

Hafizha, N., & Rakhmania, R. (2024). Dampak Program Penguatan Literasi pada Hasil Asesmen Kompetensi Minimum di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8(1), 171–179. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6907

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free