Hubungan Parents Attachment dengan Loneliness pada Remaja usia 15-18 tahun

  • Tanzil A
  • Eterno S
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masa remaja merupakan transisi perkembangan sebagai bentuk konstruksi sosial yang saling bertautan. Masa remaja juga merupakan masa yang penuh dengan emosi yang berkaitan dengan hubungan orangtua-remaja. Pada masa ini, remaja mulai mengembangkan suatu hubungan, sistem nilai, jati diri, dan independen dari orangtua. Hal ini terjadi karena remaja sangat mengharapkan kebebasan, namun proses ini seringkali membawa masalah pada diri remaja sebab keinginan untuk independen tersebut tidak diseimbangi dengan hubungan yang erat dengan pihak lain, sehingga remaja pun mengalami perasaan terisolasi secara sosial. Perasaan terisolasi tersebut kemudian dapat menimbulkan rasa kesepian pada remaja. kedekatan remaja dengan orangtua akan mampu memfasilitasi remaja dalam kecakapan dan kesejahteraan sosial seperti yang tercermin dalam beberapa ciri seperti harga diri, penyesuaian emosi dan kesehatan fisik serta dapat membantu remaja memahami dirinya lebih lagi dan mampu melewati masa krisisnya.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif non-eksperimental. Karakteristik partisipan dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15-18 tahun, Penelitian ini menggunakan analisa korelasi dan pengolahan data menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka signifikansi 0.000 (p<0.05), yang menunjukkan hipotesis penelitian ini diterima. Terdapat hubungan antara parents attachment baik ibu maupun ayah dengan loneliness pada remaja. Hal ini menunjukan bahwa terdapat korelasi negatif antara variabel parents attachment baik ibu maupun ayah dengan loneliness. Hal ini berarti individu yang memiliki attachment yang baik dengan ibu maupun ayah memiliki kemungkinan yang rendah dalam mengalami kesepian, atau individu tersebut juga mampu mengatasi kesepian yang dialami, begitu juga sebaliknya, individu dengan attachment yang kurang baik dengan ibu maupun ayah memiliki kemungkinan yang tinggi dalam mengalami kesepian dan akan kurang mampu mengatasi kesepian yang dialami.  Adolescence is a developmental transition shaped by interconnected social constructs. This period is marked by heightened emotions, particularly in relation to parent-adolescent relationships. During adolescence, individuals begin to form personal relationships, develop value systems, establish a sense of identity, and seek independence from their parents. This strong desire for autonomy often leads to challenges, as the push for independence is not always accompanied by close relationships with others, resulting in feelings of social isolation. Such isolation can eventually lead to a sense of loneliness. A close parent-adolescent relationship can support adolescents in developing social competence and overall well-being, as reflected in aspects such as self-esteem, emotional adjustment, physical health, and a deeper self-understanding that helps them navigate through crises. This study is a non experimental descriptive quantitative research. The participants in this study were adolescents aged 15–18 years. The study utilized correlational analysis and data processing was conducted using SPSS 22. The results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the research hypothesis is accepted. There is a relationship between parental attachment—both maternal and paternal—and adolescent loneliness. Specifically, there is a negative correlation between parental attachment and loneliness. This means that individuals with secure attachments to their mothers or fathers are less likely to experience loneliness, or are more capable of coping with it. Conversely, adolescents with poor attachments to their parents are more likely to feel lonely and struggle to manage their loneliness.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tanzil, A. T., & Eterno, S. H. (2025). Hubungan Parents Attachment dengan Loneliness pada Remaja usia 15-18 tahun. CAUSALITA : Journal of Psychology, 3(1), 164–169. https://doi.org/10.62260/causalita.v3i1.528

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free