Struktur komunitas, keragaman tumbuhan inang, dan status konservasi kupu-kupu (Lepidoptera) di Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal

  • Irsa A
  • Rahadian R
  • Hadi M
N/ACitations
Citations of this article
78Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kupu-kupu merupakan serangga yang sangat bergantung pada kualitas habitat dan ketersediaan tumbuhan. Potensi Ngesrepbalong sebagai habitat kupu-kupu dengan lokasinya yang terasosiasi dengan berbagai aktivitas masyarakat, pembangunan infrastruktur, pembukaan lahan, serta aktivitas wisata berpengaruh terhadap kelimpahan kupu-kupu di alam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur komunitas, keragaman tumbuhan inang, serta status konservasi kupu-kupu di berbagai tipe habitat di Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan yaitu metode transek. Hasil pengamatan didapatkan total kupu-kupu di seluruh habitat berjumlah 252 individu dari 79 spesies. Kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada habitat curug dengan spesies paling dominan yaitu Lethe confusa dan Ypthima pandocus. Keanekaragaman spesies kupu-kupu termasuk dalam kategori rendah untuk habitat kebun teh (H’ = 3.14), dan kategori tinggi untuk habitat curug, kebun campuran, dan hutan sekunder (H’ = 3.59; 3.69; 3.53). Kemerataan spesies di tiap habitat tergolong tinggi (E = 0.79 – 0.93). Kesamaan komunitas tertinggi terdapat pada habitat curug dan hutan sekunder. Terdapat satu spesies kupu-kupu yang memiliki status konservasi rentan (Vulnerable) yaitu Euploea mulciber. Lainnya tercatat 8 spesies berisiko rendah (Least concern) dan 70 spesies belum dievaluasi (Not evaluated).  Terdapat satu spesies yang dilindungi dalam Permen LHK No P.106 Tahun 2018 dan termasuk kategori Apendiks II dalam CITES yaitu Troides Helena.

Cite

CITATION STYLE

APA

Irsa, A. F. N., Rahadian, R., & Hadi, M. (2022). Struktur komunitas, keragaman tumbuhan inang, dan status konservasi kupu-kupu (Lepidoptera) di Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 777–786. https://doi.org/10.14710/jil.20.4.777-786

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free