Abstract
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan model kebijakan yang telah dilakukan Pemerintah desa untuk melestarikan kain tenun ikat Kaliuda di Desa Kaliuda. Penelitian dilakukan menggunakan metode Deskripsi dengan teknik kualitatif. Simbol produksi kain tenun ikat Kaliuda, pemerintah desa telah menetapkan motif yang dipakai oleh pengrajin kain tenun ikat Kaliuda adalah motif kuda, ayam, burung, buaya, penyu, udang, kepiting. Motif diatas mempunyai arti tersendiri tiap-tiap motif. pengrajin wajib mencantumkan motif-motif tersebut Karena dari motif di atas memang warisan dari nenek moyang sehingga perlu di lestarikan agar tidak punah dan juga motif-motif ini mempunyai arti dan sejarah sehingga tidak boleh dirubah, Ataupun Dihilangkan. Pengerjaan kain tenun ikat dikerjakan menggunakan alat tradisional dan masih manual, pewarnaan kain tenun ikat juga di warnai dengan bahan alami seperti kemiri, akar mengkudu, daun nila. Hal tersebut dilakukan pengrajin agar keasrian dari kain tenun ikat Kaliuda dapat terjaga dan dapat dilestarikan. Perlindungan kain tenun ikat Kaliuda oleh pihak pemerintah desa, perlindungan kain dalam bentuk regulasi tertulis belum di lakukan oleh pemerintah dibuktikan dengan keberadaan kain tenun yang bukan asli kain kaliuda yang menggunakan pewarna buatan atau wantek, hal ini merusak citra dan eksistensi dari kain tenun ikat. Dalam tahap produksi pemerintah desa sendiri telah mendukung pengrajin dengan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa tali rafia dan benang dan pemerintah desa juga bekerja sama dengan pemerintah daerah telah melakukan perlidungan kain tenun ikat Kaliuda dalam bentuk pemajangan kain tenun ikat Kaliuda di Museum daerah kabupaten.
Cite
CITATION STYLE
Karaha Njara, F. U. L. (2022). MODEL KEBIJAKAN PELESTARIAN KAIN TENUN IKAT KALIUDA. JCOMENT (Journal of Community Empowerment), 3(3), 184–193. https://doi.org/10.55314/jcoment.v3i3.289
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.